Kesalahan Struktur Dokumen HTML yang Sering Terjadi pada Modul Ajar Digital
Terbit pada 20 Januari 2026 oleh penulis — 4 min
Perkembangan pembelajaran digital membuat modul ajar tidak lagi hanya berbentuk dokumen cetak atau PDF, tetapi juga ditampilkan dalam bentuk halaman web, LMS, dan platform pembelajaran daring. Dalam konteks ini, struktur dokumen digital menjadi aspek penting yang sering kali diabaikan.
Banyak modul ajar terlihat rapi secara visual, tetapi secara struktur dokumen sebenarnya bermasalah. Akibatnya, materi menjadi sulit dipahami pembaca, kurang ramah aksesibilitas, dan tidak optimal ketika dibaca melalui perangkat atau sistem yang berbeda.
Artikel ini membahas kesalahan struktur dokumen HTML yang sering terjadi pada modul ajar digital, serta dampaknya terhadap keterbacaan dan kualitas pembelajaran.
Pentingnya Struktur Dokumen

Struktur dokumen berfungsi sebagai kerangka logis dari sebuah materi. Dalam modul ajar digital, struktur yang baik membantu:
- Peserta didik memahami alur pembahasan
- Pembaca memindai isi materi dengan cepat
- Sistem pembaca layar (screen reader) membaca konten dengan benar
- Platform pembelajaran mengelompokkan konten secara rapi
Struktur ini tidak hanya soal tampilan, tetapi juga urutan dan peran setiap bagian dokumen.
Kesalahan Umum Struktur Dokumen HTML pada Modul Ajar Digital
1. Penggunaan Heading Tidak Berurutan
Kesalahan yang paling sering terjadi adalah loncat level judul, misalnya:
- Langsung menggunakan judul tingkat besar tanpa pengantar
- Menggunakan judul kecil sebelum judul utama
Contoh kesalahan:
- Judul utama tidak jelas
- Subbab muncul tanpa konteks bab
Dampaknya:
- Pembaca bingung memahami hierarki materi
- Materi terasa terpotong-potong
- Sistem pembaca layar kesulitan membaca struktur logis
2. Judul Hanya Digunakan untuk Memperbesar Teks
Banyak modul ajar menggunakan judul hanya karena ingin teks terlihat besar atau tebal, bukan sebagai penanda struktur.
Akibatnya:
- Judul tidak merepresentasikan isi bagian
- Struktur dokumen menjadi datar
- Tidak ada pembagian topik yang jelas
Judul seharusnya:
- Menandai topik
- Mengelompokkan isi
- Menjadi navigasi alami bagi pembaca
3. Tidak Ada Pemisahan Bagian Materi yang Jelas
Modul ajar yang panjang sering disajikan sebagai blok teks panjang tanpa pembagian. Ini menyebabkan:
- Kelelahan membaca
- Sulit menemukan poin penting
- Materi terasa berat dan tidak terstruktur
Padahal, pemisahan bagian membantu:
- Fokus pembelajaran
- Pemahaman bertahap
- Retensi informasi
4. Daftar dan Poin Penting Tidak Menggunakan Struktur Daftar
Kesalahan lain adalah menuliskan poin-poin penting sebagai paragraf biasa atau dipisahkan dengan tanda baca manual.
Dampaknya:
- Informasi sulit dipindai
- Poin penting tidak menonjol
- Struktur informasi tidak jelas
Penggunaan daftar membantu:
- Menyusun informasi secara logis
- Menekankan langkah atau konsep
- Memudahkan pembaca memahami urutan
5. Tidak Ada Penanda Awal dan Akhir Pembahasan
Dalam banyak modul ajar digital, pembahasan langsung dimulai tanpa pengantar yang jelas dan berakhir tanpa kesimpulan.
Akibatnya:
- Pembaca tidak tahu konteks awal
- Tujuan pembelajaran tidak tersampaikan
- Tidak ada rangkuman pemahaman
Struktur yang baik seharusnya memiliki:
- Pendahuluan singkat
- Isi terstruktur
- Penutup atau rangkuman
Dampak Kesalahan Struktur terhadap Pembelajaran
Kesalahan struktur dokumen tidak selalu terlihat, tetapi dampaknya nyata:
- Materi sulit dipahami meski isinya benar
- Peserta didik cepat kehilangan fokus
- Modul kurang ramah bagi pengguna dengan kebutuhan khusus
- Konten sulit digunakan ulang di platform lain
Dengan kata lain, struktur yang buruk mengurangi efektivitas pembelajaran, bukan hanya tampilan.
Cara Mengevaluasi Struktur Modul Ajar Digital
Untuk memastikan struktur dokumen sudah rapi dan logis, penulis modul ajar dapat melakukan evaluasi sederhana, antara lain:
- Memeriksa urutan judul dan subjudul
- Memastikan setiap bagian memiliki peran jelas
- Mengecek apakah poin penting sudah dipisahkan dengan baik
- Melihat dokumen dari sudut pandang pembaca baru
Sebagai tambahan, tersedia alat cek struktur HTML yang dapat membantu mengevaluasi apakah susunan judul dan elemen dokumen sudah tertata dengan baik secara struktural.
Alat ini dapat digunakan untuk meninjau struktur dokumen digital, terutama modul ajar yang disajikan dalam bentuk halaman web.
Penutup
Modul ajar digital yang baik tidak hanya bergantung pada isi materi, tetapi juga pada cara materi tersebut disusun dan disajikan. Struktur dokumen yang rapi membantu pembaca memahami alur, fokus pada inti pembelajaran, dan mengakses materi dengan lebih nyaman.
Dengan menghindari kesalahan struktur dokumen HTML dan mulai memperhatikan hierarki serta pembagian konten, kualitas modul ajar digital dapat meningkat secara signifikan—baik dari sisi keterbacaan maupun efektivitas pembelajaran.