10 Franchise Paling Laris di Indonesia, Termasuk Momoyo dan Mixue

Terbit pada 10 Maret 2026 oleh penulis 3 min

Franchise paling laris di Indonesia berasal dari sektor minuman, makanan cepat saji, dan jasa harian. Bisnis ini memiliki permintaan tinggi karena berkaitan dengan konsumsi masyarakat sehari-hari.

Brand dengan konsep modern dan harga terjangkau biasanya berkembang lebih cepat.


Apa Ciri Franchise yang Laris di Indonesia?

Franchise yang laris memiliki pasar luas dan sistem bisnis stabil.

Ciri utama:

  • Produk populer dan mudah dijual
  • Harga sesuai daya beli konsumen
  • Sistem operasional sederhana
  • Brand memiliki banyak cabang

Bisnis dengan ciri tersebut lebih mudah berkembang di berbagai kota.

Simak juga : Cara Memilih Franchise yang Menguntungkan


10 Franchise Paling Laris di Indonesia

Berikut beberapa franchise yang populer dan memiliki banyak gerai.

1. Momoyo

gerai momoyo

Momoyo adalah franchise minuman dan es krim asal Tiongkok yang berkembang pesat di Indonesia.

Keunggulan Momoyo:

  • Menu dessert dan es krim modern
  • Harga relatif terjangkau
  • Desain gerai menarik untuk anak muda

Brand ini berkembang cepat di pusat perbelanjaan dan area kampus.


2. Mixue Ice Cream & Tea

gerai Mixue

Mixue menjadi salah satu franchise es krim paling populer di Asia.

Keunggulan:

  • Harga produk sangat terjangkau
  • Brand viral di media sosial
  • Jaringan gerai sangat luas

Mixue memiliki ribuan outlet di berbagai negara.


3. Franchise Minuman Boba

Minuman boba memiliki pasar besar di kalangan remaja.

Contoh brand:

  • Xi Bo Ba
  • Teguk
  • Haus!

Tren minuman kekinian meningkatkan permintaan pasar.


4. Franchise Thai Tea

Thai tea populer karena rasa kuat dan harga ekonomis.

Contoh brand:

  • Dum Dum Thai Tea
  • Rachacha Thai Tea

Model booth kecil membuat biaya investasi lebih rendah.


5. Franchise Ayam Geprek

Ayam geprek menjadi makanan cepat saji yang sangat populer.

Contoh brand:

  • Ayam Geprek Bensu
  • Hisana Fried Chicken

Produk ini memiliki pasar luas dari pelajar hingga pekerja.


6. Franchise Kopi Kekinian

Budaya ngopi meningkatkan pertumbuhan kedai kopi.

Contoh brand:

  • Kopi Kenangan
  • Janji Jiwa
  • Fore Coffee

Target pasar mencakup pekerja dan mahasiswa.


7. Franchise Burger

Burger merupakan makanan cepat saji dengan pasar stabil.

Contoh brand:

  • Burger Bangor
  • Edam Burger

Konsep gerai kecil membuat investasi lebih efisien.


8. Franchise Laundry Kiloan

Laundry menjadi bisnis jasa dengan kebutuhan rutin.

Keunggulan:

  • Permintaan stabil
  • Cocok di area kos atau apartemen

Margin keuntungan berasal dari layanan harian.


9. Franchise Kebab

Kebab memiliki pasar luas sebagai makanan cepat saji.

Contoh brand:

  • Kebab Turki Baba Rafi

Brand ini berkembang hingga pasar internasional.


10. Franchise Tahu Crispy

Tahu crispy merupakan jajanan murah yang mudah dijual.

Contoh brand:

  • Tahu Go
  • Tahu Jontor

Produk ini populer di area sekolah dan pasar malam.


Berapa Estimasi Modal Franchise Populer?

Modal franchise bervariasi tergantung brand dan konsep usaha.

Jenis Franchise Estimasi Modal
Minuman booth kecil Rp5–20 juta
Makanan ringan Rp10–50 juta
Ayam goreng Rp20–100 juta
Kedai kopi modern Rp50–300 juta

Lokasi dan ukuran gerai memengaruhi total investasi.


Mengapa Franchise Minuman Sedang Populer?

Franchise minuman berkembang cepat karena tren gaya hidup.

Faktor utama:

  • Konsumen muda aktif membeli minuman kekinian
  • Produk mudah dipasarkan di media sosial
  • Margin keuntungan relatif tinggi

Karena itu, brand seperti Momoyo dan Mixue berkembang cepat di pasar Indonesia.


Seedbacklink