Slogan Beng-Beng dari Masa ke Masa, Pernah Berganti Apa Saja?
Terbit pada 07 September 2026 oleh penulis — 8 min
Beng-Beng merupakan salah satu produk wafer cokelat yang sudah lama dikenal masyarakat Indonesia. Produk yang diproduksi oleh PT Mayora Indah Tbk ini tidak hanya mengandalkan rasa dan bentuk produknya, tetapi juga menggunakan slogan dan tagline sebagai bagian dari strategi komunikasi merek.
Salah satu slogan Beng-Beng yang paling dikenal adalah “4 Kelezatan Sekaligus dalam Sekali Gigitan”. Kalimat tersebut secara langsung menggambarkan karakter produk yang memadukan beberapa elemen dalam satu batang wafer cokelat. Dokumentasi Mayora dalam laporan tahunannya juga memperlihatkan Beng-Beng dengan pesan “4 Kelezatan sekaligus”.

Baca juga : Profil Dewan Direksi Mayora
Namun, slogan Beng-Beng ternyata tidak berhenti pada satu kalimat. Dalam berbagai periode iklan, kampanye, maupun varian produknya, muncul sejumlah tagline lain seperti “Asyik Berat”, “Unstoppable Enjoyment”, “Max Gedenya Max Asyiknya”, hingga pesan seperti “Makan Langsung atau Makan Dingin”.
Perubahan tersebut menarik untuk dipelajari karena menunjukkan bagaimana sebuah merek dapat mempertahankan identitas utama sekaligus menyesuaikan pesan komunikasinya dengan produk, target konsumen, dan kampanye yang sedang dijalankan.
Apa Slogan Utama Beng-Beng?
Jika berbicara mengenai pesan yang paling erat dengan karakter produk Beng-Beng, salah satu yang paling kuat adalah “4 Kelezatan Sekaligus dalam Sekali Gigitan”.
Pesan tersebut memiliki hubungan langsung dengan komposisi dan pengalaman mengonsumsi produk. Dalam berbagai materi pemasaran, Beng-Beng menonjolkan kombinasi wafer, karamel, crispy, dan cokelat sebagai bagian dari pengalaman rasanya. Kajian akademik mengenai iklan Beng-Beng juga mencatat penggunaan frasa “4 kelezatan dalam 1 gigitan” sebagai pesan yang menggambarkan karakter produk.
Keunggulan slogan ini adalah sifatnya yang sangat mudah dipahami.
Konsumen tidak perlu menerjemahkan makna yang terlalu abstrak. Begitu mendengar “4 kelezatan” dan “sekali gigitan”, pesan produk langsung terbentuk:
satu produk → beberapa sensasi → dinikmati dalam satu gigitan.
Dengan demikian, slogan tersebut bukan hanya berfungsi sebagai kalimat promosi, tetapi juga membantu menjelaskan unique selling proposition Beng-Beng.
Beng-Beng Pernah Menggunakan Slogan “Asyik Berat”
Jauh sebelum komunikasi digital menjadi dominan, Beng-Beng telah menggunakan bahasa yang lebih emosional dan dekat dengan anak muda.
Salah satu contoh yang terdokumentasi adalah “Asyik Berat”.
Dokumentasi iklan Beng-Beng dari sekitar awal 2010-an menunjukkan penggunaan kalimat tersebut. Kanal YouTube Beng-Beng Indonesia, misalnya, mempublikasikan video berjudul “Beng-Beng Coklat Asyik Berat” pada 2012.
Sumber akademik yang membahas iklan Beng-Beng juga mencatat penggunaan pesan seperti:
“Coklat Beng-Beng asyik berat.”
Dalam konteks iklan tersebut, “asyik berat” digunakan untuk memperkuat kesan bahwa kenikmatan Beng-Beng begitu kuat sampai menjadi alasan konsumen ingin menikmatinya.
Menariknya, pendekatan ini berbeda dengan “4 Kelezatan Sekaligus dalam Sekali Gigitan”.
Jika slogan empat kelezatan berbicara mengenai apa yang ada di dalam produk, maka “Asyik Berat” lebih banyak berbicara mengenai perasaan atau pengalaman setelah mengonsumsinya.
“Unstoppable Enjoyment” untuk Membawa Beng-Beng ke Nuansa yang Lebih Modern
Beng-Beng juga pernah menggunakan tagline berbahasa Inggris, yaitu “Unstoppable Enjoyment”.
Tagline ini terdokumentasi dalam iklan Beng-Beng yang dipublikasikan sekitar 2013. Materi iklan tersebut menggunakan konsep kehidupan anak muda dan menghubungkan Beng-Beng dengan kesenangan yang terus berlanjut.
Penggunaan bahasa Inggris memberikan nuansa komunikasi yang berbeda.
“Unstoppable Enjoyment” tidak menjelaskan kandungan produk secara langsung. Fokusnya adalah menciptakan asosiasi antara Beng-Beng dan kenikmatan yang tidak berhenti.
Ini menunjukkan bahwa satu brand tidak harus selalu menggunakan slogan yang bersifat deskriptif. Ada kalanya sebuah tagline digunakan untuk membangun emosi dan lifestyle di sekitar produk.
lihat juga : Kenali Fungsi Sub Judul Iklan, Kenapa Penting
Beng-Beng Maxx Memiliki Pesan yang Berbeda
Perubahan komunikasi juga terlihat pada Beng-Beng Maxx.
Salah satu tagline yang tercatat adalah:
“Max Gedenya, Max Asyiknya.”
Ada pula penggunaan “Unstoppable Enjoyment” dalam komunikasi Beng-Beng dan Beng-Beng Max. Daftar slogan pemasaran yang terdokumentasi mencatat kedua pesan tersebut dalam komunikasi produk Beng-Beng.
Logikanya cukup sederhana.
Kata “Max” bukan sekadar nama varian. Kata tersebut sekaligus menjadi jembatan antara atribut produk dan manfaat emosional:
lebih besar → lebih maksimal → lebih asyik.
Strategi semacam ini membuat slogan lebih mudah dikaitkan dengan perubahan produk.
Dengan kata lain, slogan tidak berdiri sendiri. Ia memperkuat alasan mengapa konsumen harus memperhatikan varian baru.
“Makan Langsung atau Makan Dingin”
Beng-Beng juga pernah mengembangkan komunikasi yang lebih berbasis pada cara menikmati produk.
Dalam salah satu kampanye, muncul tema “Makan Langsung atau Makan Dingin”. Materi akademik yang menganalisis iklan Beng-Beng mencatat dialog dan pesan “langsung atau dingin. Beda makannya beda enaknya.”
Konsep ini menarik karena produk tidak hanya dijual melalui rasa, tetapi juga melalui ritual konsumsi.
Konsumen diajak membandingkan dua pengalaman:
- Beng-Beng dimakan langsung.
- Beng-Beng setelah didinginkan.
Dengan demikian, iklan menciptakan alasan baru untuk mencoba produk yang sebenarnya sudah dikenal.
Bukan lagi sekadar:
“Apakah kamu suka Beng-Beng?”
tetapi:
“Kamu lebih suka menikmatinya dengan cara yang mana?”
Pertanyaan seperti ini berpotensi membuat konsumen ikut terlibat dalam percakapan brand.
baca juga : List Belanja Bulanan Hemat, Tipsnya Apa Saja
Mengapa Slogan Beng-Beng Bisa Berubah?
Perlu dibedakan antara slogan brand permanen dan tagline kampanye.
Sebuah merek besar tidak selalu menggunakan satu kalimat untuk seluruh aktivitas komunikasinya. Slogan dapat berubah atau berganti sesuai dengan:
- Varian produk
- Target konsumen
- Tema kampanye
- Perubahan positioning
- Keunggulan produk yang ingin ditonjolkan
- Tren komunikasi pada suatu periode
Hal tersebut terlihat pada Beng-Beng.
Ketika ingin menonjolkan komposisi produk, pesan seperti “4 Kelezatan Sekaligus dalam Sekali Gigitan” sangat relevan.
Ketika ingin membangun asosiasi kesenangan, “Asyik Berat” atau “Unstoppable Enjoyment” memiliki fungsi berbeda.
Ketika memperkenalkan Beng-Beng Maxx, pesan “Max Gedenya Max Asyiknya” lebih sesuai dengan atribut varian.
Sementara kampanye makan langsung atau dingin menonjolkan pengalaman konsumsi.
Jadi, perubahan slogan tidak otomatis berarti brand kehilangan identitas.
Justru sebaliknya, perubahan tersebut bisa menjadi bagian dari strategi komunikasi yang lebih luas.
Apa yang Tetap Sama dari Semua Slogan Beng-Beng?
Meskipun kalimatnya berubah, terdapat benang merah yang cukup jelas.
Pesan Beng-Beng berkali-kali kembali kepada tiga hal:
kelezatan, kesenangan, dan pengalaman menikmati produk.
Inilah yang membuat perubahan tagline tidak selalu terasa seperti perubahan identitas brand secara total.
Misalnya:
“4 Kelezatan Sekaligus dalam Sekali Gigitan”
berbicara mengenai keunggulan produk.
“Asyik Berat”
berbicara mengenai pengalaman.
“Unstoppable Enjoyment”
berbicara mengenai kesenangan.
“Max Gedenya Max Asyiknya”
menghubungkan ukuran produk dengan kesenangan.
“Beda Makannya Beda Enaknya”
berbicara mengenai pengalaman konsumsi.
Kalimatnya berubah, tetapi pusat komunikasinya masih berada di sekitar kenikmatan Beng-Beng.
Slogan Beng-Beng Menjadi Contoh Penting dalam Branding
Dari perjalanan komunikasi tersebut, ada pelajaran penting bagi pemilik produk atau bisnis.
Slogan tidak harus selalu menjelaskan seluruh produk.
Slogan dapat menjalankan fungsi yang berbeda-beda.
1. Menjelaskan keunggulan produk
Contohnya:
“4 Kelezatan Sekaligus dalam Sekali Gigitan.”
Pesan ini langsung mengkomunikasikan karakter produk.
2. Membangun emosi
Contohnya:
“Asyik Berat.”
Fokusnya bukan pada komposisi, melainkan sensasi yang ingin ditanamkan kepada konsumen.
3. Membentuk positioning
Contohnya:
“Unstoppable Enjoyment.”
Brand ingin diasosiasikan dengan kesenangan yang terus berlanjut.
4. Mendukung peluncuran varian
Contohnya:
“Max Gedenya Max Asyiknya.”
Pesan dibuat untuk mendukung karakter Beng-Beng Maxx.
5. Mengajak konsumen berinteraksi
Contohnya:
“Makan Langsung atau Makan Dingin.”
Konsumen tidak hanya menerima pesan, tetapi juga diajak menentukan preferensinya sendiri.
Apakah Beng-Beng Punya Satu Slogan yang Berlaku Selamanya?
Tidak tepat jika seluruh tagline Beng-Beng dari berbagai periode dan varian dianggap sebagai satu slogan resmi yang digunakan secara permanen.
Berdasarkan materi yang terdokumentasi, Beng-Beng memang menggunakan sejumlah pesan pemasaran berbeda. Karena itu, lebih akurat menyebut “4 Kelezatan Sekaligus dalam Sekali Gigitan” sebagai salah satu pesan produk yang paling ikonik, sementara slogan seperti “Asyik Berat”, “Unstoppable Enjoyment”, dan “Max Gedenya Max Asyiknya” merupakan bagian dari komunikasi pada periode atau varian tertentu.
Pembedaan ini penting agar pembahasan mengenai sejarah slogan Beng-Beng tidak menyederhanakan seluruh kampanye menjadi satu tagline saja.
Bagaimana dengan Beng-Beng Sekarang?
Komunikasi Beng-Beng terus berkembang mengikuti aktivitas dan produk yang sedang dipasarkan.
Pada kanal resmi yang terhubung dengan akun Beng-Beng Indonesia, misalnya, saat ini terdapat pesan “BENG-BENG BARU: Makin Besar, Makin Cintaaa!” yang digunakan untuk mengkomunikasikan produk Beng-Beng baru.
Hal ini kembali memperlihatkan bahwa tagline dapat berubah mengikuti pesan produk yang sedang menjadi fokus.
Artinya, konsumen mungkin mengenal Beng-Beng melalui slogan yang berbeda-beda tergantung generasi dan periode ketika mereka paling sering melihat iklannya.
Generasi yang mengenal Beng-Beng pada satu periode mungkin lebih mengingat “Asyik Berat”.
Generasi lain mungkin lebih familiar dengan “4 Kelezatan Sekaligus dalam Sekali Gigitan”.
Sementara konsumen yang lebih baru bisa saja mengingat pesan dari kampanye Beng-Beng yang sedang berjalan.
Kesimpulan
Perjalanan slogan Beng-Beng menunjukkan bahwa slogan bukan sekadar kalimat pendek yang ditempatkan di akhir iklan.
Slogan dapat menjadi alat untuk:
- menjelaskan keunggulan produk,
- membangun asosiasi emosional,
- memperkenalkan varian,
- memperkuat positioning,
- dan menciptakan cara baru bagi konsumen untuk berinteraksi dengan produk.
Beng-Beng memberikan contoh menarik karena komunikasi mereknya tidak selalu terpaku pada satu kalimat.
“4 Kelezatan Sekaligus dalam Sekali Gigitan” menonjolkan keunggulan produk, sementara “Asyik Berat”, “Unstoppable Enjoyment”, “Max Gedenya Max Asyiknya”, hingga “Beda Makannya Beda Enaknya” menunjukkan bagaimana pesan dapat berubah mengikuti kebutuhan kampanye dan varian.
Pada akhirnya, kekuatan sebuah slogan bukan hanya terletak pada seberapa bagus kalimatnya terdengar. Yang lebih penting adalah apakah kalimat tersebut berhasil membuat konsumen menghubungkan kata-kata itu dengan sebuah pengalaman dan sebuah brand.
Dan dalam kasus Beng-Beng, kata seperti “kelezatan”, “asyik”, “enjoyment”, dan “enaknya” berulang kali digunakan untuk membangun asosiasi tersebut.