Apa Hambatan yang Anda Temui Selama Melakukan Upaya Tindak Lanjut? (Contoh Jawaban PPG & Ruang GTK)
Terbit pada 15 Desember 2025 oleh penulis — 3 min
Hambatan yang umum ditemui selama melakukan upaya tindak lanjut adalah keterbatasan waktu, beban administrasi yang tinggi, keterbatasan sarana pendukung, serta resistensi terhadap perubahan metode pembelajaran. Hambatan tersebut perlu dianalisis secara kontekstual dan diikuti dengan upaya peningkatan yang realistis agar tindak lanjut berjalan efektif.
Konteks Pertanyaan dalam PPG 2025 dan Ruang GTK
Pertanyaan “Apa hambatan yang Anda temui selama melakukan upaya tindak lanjut?” merupakan bagian dari refleksi profesional guru dalam PPG 2025 melalui Ruang GTK (pengembangan dari Platform Merdeka Mengajar).

Tujuan pertanyaan ini adalah menilai:
- kemampuan guru mengidentifikasi masalah nyata di lapangan,
- ketepatan analisis penyebab hambatan,
- kesesuaian solusi atau upaya peningkatan yang direncanakan.
Jawaban yang baik tidak berhenti pada menyebutkan hambatan, tetapi juga menjelaskan langkah konkret untuk mengatasinya.
Hambatan yang Paling Sering Ditemui dalam Upaya Tindak Lanjut
1. Keterbatasan Waktu dan Beban Administrasi
Beban administrasi, rapat mendadak, serta jadwal mengajar yang padat sering menghambat pelaksanaan tindak lanjut secara optimal.
Dampak:
- tindak lanjut pembelajaran tidak konsisten,
- observasi lanjutan tertunda,
- refleksi tidak dilakukan mendalam.
Upaya peningkatan yang relevan:
- mengatur sesi tindak lanjut singkat dan terjadwal,
- mengintegrasikan tindak lanjut ke kegiatan pembelajaran rutin,
- menyederhanakan pelaporan yang tidak esensial.
2. Keterbatasan Sarana dan Teknologi
Tidak semua sekolah memiliki akses perangkat dan jaringan internet yang memadai, sehingga tindak lanjut berbasis digital sulit diterapkan.
Dampak:
- strategi pembelajaran inovatif terhambat,
- ketimpangan implementasi antar kelas atau guru.
Upaya peningkatan yang relevan:
- menerapkan pendekatan blended learning,
- menyediakan modul cetak sebagai alternatif,
- memanfaatkan fasilitas sekolah secara bergiliran.
3. Resistensi terhadap Perubahan Metode Pembelajaran
Sebagian guru merasa metode lama sudah cukup efektif sehingga enggan mencoba pendekatan baru hasil tindak lanjut.
Dampak:
- inovasi pembelajaran berjalan lambat,
- hasil tindak lanjut tidak berkelanjutan.
Upaya peningkatan yang relevan:
- menggunakan contoh praktik baik dari guru sejawat,
- menerapkan perubahan secara bertahap,
- mengedepankan diskusi kolaboratif, bukan instruksi sepihak.
Hambatan Tambahan yang Sering Muncul
Kurangnya Tindak Lanjut Mandiri
Antusiasme awal tidak selalu diikuti praktik nyata di kelas.
Solusi:
- membuat jurnal refleksi mingguan sederhana,
- fokus pada apa yang dicoba, hasil, dan rencana perbaikan.
Sulitnya Menjadwalkan Coaching
Perbedaan jam mengajar menyulitkan coaching individual.
Solusi:
- micro-coaching kelompok,
- memanfaatkan forum MGMP internal sekolah.
Rendahnya Kepercayaan Diri Guru
Ketakutan gagal membuat guru enggan mencoba hasil refleksi.
Solusi:
- membangun lingkungan aman secara psikologis,
- menekankan proses, bukan kesempurnaan.
Contoh Jawaban Singkat (Siap Ditulis di Ruang GTK)
Contoh 1 (Umum)
Hambatan yang saya temui selama melakukan upaya tindak lanjut adalah keterbatasan waktu akibat beban administrasi dan jadwal mengajar. Upaya yang saya lakukan adalah mengatur sesi tindak lanjut singkat dan mengintegrasikannya dengan kegiatan pembelajaran rutin.
Contoh 2 (Kontekstual Sekolah)
Hambatan yang saya temui adalah keterbatasan sarana teknologi di sekolah. Sebagai upaya peningkatan, saya menyesuaikan strategi tindak lanjut dengan pendekatan blended learning dan menyediakan alternatif bahan ajar non-digital.
Contoh 3 (Fokus Kolaborasi)
Hambatan utama adalah resistensi terhadap metode pembelajaran baru. Saya mengatasinya dengan berbagi praktik baik secara bertahap dan melibatkan guru sejawat dalam diskusi reflektif.
Mengapa Jawaban Harus Disertai Upaya Peningkatan?
Dalam penilaian refleksi PPG, jawaban dianggap berkualitas jika:
- menyebutkan hambatan secara spesifik,
- sesuai konteks sekolah,
- menunjukkan inisiatif profesional,
- menyertakan langkah perbaikan yang realistis.
Jawaban tanpa upaya peningkatan berisiko dinilai kurang reflektif.
Kesimpulan
Hambatan dalam upaya tindak lanjut merupakan bagian wajar dari proses pengembangan profesional guru. Kunci utamanya bukan pada besar kecilnya hambatan, tetapi pada kemampuan guru menganalisis penyebab dan merancang solusi yang dapat diterapkan secara nyata. Pendekatan reflektif dan kolaboratif akan membuat tindak lanjut lebih bermakna dan berkelanjutan.
FAQ Singkat
Apa hambatan yang paling sering muncul dalam tindak lanjut PPG? Keterbatasan waktu, beban administrasi, sarana terbatas, dan resistensi perubahan.
Apakah jawaban harus panjang? Tidak. Yang penting jelas, kontekstual, dan menyertakan upaya peningkatan.
Apakah contoh jawaban boleh digunakan langsung? Boleh, selama disesuaikan dengan kondisi sekolah masing-masing.