Skema Ponzi adalah skema investasi di mana seseorang atau entitas akan menghasilkan uang dengan meyakinkan investor baru untuk membeli produk investasi skema.
Mengenal Apa Itu Skema Ponzi

Skema Ponzi biasanya dijalankan dengan menjanjikan pengembalian cepat atas investasi yang dilakukan oleh investor baru. Ketika imbal hasil yang dijanjikan tidak diberikan, investor baru harus membayar kembali investasi awal atau menderita kerugian. Dalam kebanyakan kasus, skema Ponzi dapat ditelusuri kembali ke aktivitas penipuan sebelumnya di industri lain.
Sekilas Pencipta Skema Ponzi
Dialah Charles Ponzi (1882–1949) yang terkenal karena kejahatan keuangan yang dia lakukan ketika dia menipu investor untuk memberinya jutaan dolar, dan membayar mereka kembali dengan uang investor lain.
Charles Ponzi ditangkap pada 12 Agustus 1920, dan didakwa dengan 86 tuduhan penipuan surat. Karena sekitar $ 7 juta, dia mengaku bersalah atas penipuan surat, dan kemudian menghabiskan 14 tahun penjara. Rose menceraikannya pada tahun 1937, dan Ponzi meninggal tanpa uang sepeser pun di Rio de Janeiro, Brasil, pada 18 Januari 1949.
Perkembangan & Modifikasi Skema Ponzi
Skema Ponzi bukan satu-satunya jenis penipuan investasi yang terjadi di industri keuangan. Faktanya, banyak penipuan yang telah dikenal dan masih dilakukan hingga saat ini. Ini termasuk skema piramida keuangan, penipuan real estat, dan pencurian identitas.
Bentuk skema Ponzi yang paling umum adalah skema investasi klasik "yang didanai investor". Di sini, investor baru dituntun untuk percaya bahwa investasi awal mereka akan digunakan untuk membeli aset yang akan menghasilkan keuntungan besar. Setelah investor melakukan investasi awal mereka, mereka menerima pengembalian investasi mereka, tetapi keuntungan biasanya tidak cukup untuk menutupi biaya investasi.
Skema Ponzi umum lainnya melibatkan penjualan produk investasi "panas", seperti saham atau obligasi, kepada investor baru. Produk investasi panas dijual dengan harga diskon untuk mendorong investor baru untuk membelinya.