Jusuf Hamka Tambah 12 Toyota Hilux untuk Proyek, Pesanan Aletra L8 Juga Bertambah

Pengusaha jalan tol Jusuf Hamka kembali menambah kendaraan untuk mendukung aktivitas bisnisnya. Saat menghadiri Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2026 di ICE BSD City, Tangerang, ia mengungkapkan telah memesan 12 unit Toyota Hilux Double Cabin untuk kebutuhan operasional proyek.

Menariknya, penambahan armada tersebut tidak hanya datang dari kendaraan bermesin diesel. Jusuf juga memastikan akan kembali menambah Aletra L8, mobil listrik yang sebelumnya telah dipesannya dalam jumlah besar.

Pola tersebut menunjukkan kebutuhan kendaraan Jusuf Hamka tidak semata-mata berkaitan dengan jenis mobil, tetapi disesuaikan dengan fungsi dan kebutuhan operasional perusahaan.


Jusuf Hamka Pesan 12 Toyota Hilux Double Cabin

Toyota Hilux Double Cabin

Jusuf mengatakan Toyota Hilux Double Cabin dipilih untuk mendukung pekerjaan di lapangan.

Dari 12 unit yang dipesan, sebagian sudah mulai diterima. Saat berbicara di GIIAS 2026, ia menyebut baru dua unit yang telah dikirimkan.

"Kemarin udah delivery Hilux yang double cabin yang matic. Beli 12, baru di-delivery 2. Buat dipakai di proyek."

Penggunaan Hilux untuk kebutuhan proyek cukup masuk akal mengingat kendaraan jenis pikap kabin ganda memang banyak digunakan untuk pekerjaan yang membutuhkan mobilitas di berbagai kondisi medan.

Untuk operasional proyek jalan tol, kendaraan semacam ini dapat digunakan untuk mobilitas pekerja, pengawasan lapangan, maupun membawa perlengkapan tertentu.


Mengapa Bukan Mobil Listrik untuk Semua Kebutuhan?

Di sisi lain, Jusuf Hamka tidak meninggalkan kendaraan listrik.

Ia justru melanjutkan pembelian Aletra L8, yang sebelumnya telah dipesan sebanyak 150 unit.

Perbedaan jenis kendaraan ini memperlihatkan bahwa penggunaan armada perusahaan dapat disesuaikan dengan karakter pekerjaan.

Hilux lebih diarahkan untuk kebutuhan proyek dan medan kerja, sedangkan Aletra L8 dapat digunakan untuk kebutuhan mobilitas penumpang dan operasional yang berbeda.

Dengan kata lain, elektrifikasi armada tidak selalu berarti seluruh kendaraan operasional harus diganti kendaraan listrik dalam waktu bersamaan.


Pesanan Aletra L8 Sudah 150 Unit

Jusuf sebelumnya telah melakukan pemesanan dalam jumlah besar untuk Aletra L8.

Pada 2024, ia memesan 150 unit Aletra L8 EV untuk kebutuhan operasional perusahaan. Aletra kemudian menyerahkan unit perdana kepada Jusuf Hamka pada Agustus 2025. ([Aletra][2])

Dalam perkembangan terbaru di GIIAS 2026, Jusuf menyatakan jumlah tersebut masih akan ditambah.

Ia juga menyebut sekitar 16 unit dari pesanan tersebut telah dikirimkan.

"Untuk mobil listrik, Aletra. Nanti Aletra kita tambah lagi. Kan Aletra L8 kita beli 150 unit, nanti kita tambah lagi. Sudah dikirim unitnya 16."

Dengan demikian, pembelian Aletra L8 bukan sekadar keputusan satu kali, tetapi bagian dari rencana penggunaan kendaraan listrik dalam operasional perusahaan.


Aletra L8 Seperti Apa?

Aletra L8 merupakan mobil listrik jenis MPV yang dipasarkan di Indonesia.

Berdasarkan spesifikasi resmi Aletra, L8 memiliki kapasitas tujuh penumpang dan menggunakan baterai dengan klaim jarak tempuh hingga 540 km berdasarkan pengujian CLTC. Model ini juga memiliki garansi baterai hingga delapan tahun atau 500.000 km.

Aletra sendiri menyebut L8 dirancang sebagai medium electric MPV dengan kabin yang luas.

Karakter tersebut membuatnya lebih sesuai untuk kebutuhan transportasi penumpang dibandingkan kendaraan seperti Hilux yang ditujukan untuk pekerjaan utilitas.


Dari 150 Unit, Kenapa Jusuf Masih Mau Menambah?

Keputusan menambah pesanan menunjukkan bahwa kendaraan listrik sudah mulai ditempatkan sebagai bagian dari kebutuhan operasional, bukan sekadar kendaraan untuk penggunaan pribadi.

Untuk perusahaan yang memiliki armada dalam jumlah besar, penggunaan kendaraan listrik berpotensi memberikan efisiensi dalam biaya energi dan perawatan, terutama jika kendaraan digunakan secara rutin dan memiliki akses pengisian daya yang memadai.

Namun, besarnya penghematan tetap bergantung pada pola penggunaan kendaraan, jarak tempuh, tarif listrik, serta biaya operasional aktual.

Karena itu, alasan Jusuf menambah Aletra lebih tepat dilihat sebagai bagian dari strategi pengelolaan armada, bukan semata-mata tren kendaraan listrik.


Hilux dan Aletra Mengisi Peran Berbeda

Menariknya, dua kendaraan yang dipilih Jusuf memiliki karakter yang sangat berbeda.

Kendaraan Fungsi utama Penggerak
Toyota Hilux Double Cabin Operasional proyek Mesin pembakaran internal
Aletra L8 Mobilitas penumpang/operasional Listrik

Pembagian tersebut menunjukkan bahwa transisi kendaraan listrik di dunia usaha tidak harus dilakukan dengan mengganti seluruh armada sekaligus.

Kendaraan listrik dapat ditempatkan pada rute dan fungsi yang paling sesuai, sementara kendaraan konvensional tetap digunakan untuk pekerjaan yang membutuhkan karakteristik berbeda.


Armada Jusuf Hamka di GIIAS 2026 Makin Beragam

Hilux dan Aletra L8 bukan satu-satunya kendaraan yang dipesan Jusuf Hamka dalam gelaran GIIAS 2026.

Dalam kunjungan yang sama, ia juga melakukan pemesanan kendaraan lain, termasuk Changan Nevo Q05 dan puluhan unit Toyota Land Cruiser FJ.

Namun, kebutuhan masing-masing kendaraan berbeda.

Karena itu, pembelian tersebut lebih tepat dilihat sebagai bagian dari ekspansi atau pembaruan armada perusahaan daripada sekadar koleksi kendaraan pribadi.


Menariknya, Jusuf Tidak Hanya Memilih Kendaraan Listrik

Tren kendaraan listrik memang semakin kuat di Indonesia, tetapi kebutuhan kendaraan proyek masih memiliki karakter tersendiri.

Hilux Double Cabin tetap dipilih karena pekerjaan lapangan membutuhkan kendaraan dengan kemampuan dan konfigurasi yang sesuai.

Sementara Aletra L8 menawarkan pendekatan berbeda untuk kebutuhan mobilitas penumpang.

Strategi tersebut memperlihatkan bahwa bagi perusahaan dengan armada besar, pertanyaan utamanya bukan lagi "mobil listrik atau mobil bensin/diesel?", tetapi "kendaraan mana yang paling sesuai untuk setiap pekerjaan?"


Apa Arti Pembelian Ini bagi Pasar Mobil Listrik?

Pemesanan 150 unit Aletra L8 dan rencana penambahan berikutnya menjadi menarik karena dilakukan dalam skala korporasi.

Pembelian dalam jumlah besar dapat membantu mempercepat adopsi kendaraan listrik di sektor bisnis sekaligus memberikan pengalaman penggunaan EV dalam jumlah besar.

Bagi produsen, pembelian fleet juga penting karena dapat menjadi pintu masuk untuk memperluas penggunaan kendaraan listrik di luar pasar konsumen perorangan.

Aletra sendiri sebelumnya menyebut Jusuf Hamka sebagai salah satu pendukung awal merek tersebut. Pada 2025, perusahaan menyerahkan unit L8 EV hasil perakitan lokal kepada Jusuf


Fakta Menarik

  • Jusuf Hamka memesan 12 Toyota Hilux Double Cabin untuk kebutuhan proyek.
  • Saat GIIAS 2026, baru dua unit Hilux dari pesanan tersebut yang telah dikirim.
  • Jusuf sebelumnya memesan 150 unit Aletra L8 EV untuk kebutuhan operasional.
  • Pada perkembangan terbaru, ia menyatakan akan menambah pesanan Aletra L8.
  • Aletra L8 merupakan MPV listrik dengan kapasitas tujuh penumpang.
  • Spesifikasi resmi Aletra mencantumkan klaim jarak tempuh hingga 540 km berdasarkan CLTC.
  • Di GIIAS 2026, Jusuf juga melakukan pemesanan kendaraan lain di luar Hilux dan Aletra.

FAQ

Berapa Toyota Hilux yang dibeli Jusuf Hamka?

Jusuf Hamka mengatakan telah memesan 12 unit Toyota Hilux Double Cabin matik untuk kebutuhan operasional proyek.

Untuk apa Toyota Hilux tersebut?

Menurut Jusuf Hamka, kendaraan tersebut akan digunakan untuk kebutuhan proyek.

Berapa Aletra L8 yang sudah dipesan Jusuf Hamka?

Sebelumnya Jusuf Hamka telah memesan 150 unit Aletra L8 EV. Pada GIIAS 2026 ia menyatakan akan menambah jumlah pesanan tersebut. ([Aletra][2])

Berapa unit Aletra L8 yang sudah dikirim?

Jusuf Hamka menyebut sekitar 16 unit dari pesanan sebelumnya telah dikirimkan.

Mengapa Jusuf Hamka membeli Hilux dan mobil listrik sekaligus?

Keduanya memiliki fungsi berbeda. Hilux digunakan untuk kebutuhan proyek, sedangkan Aletra L8 merupakan mobil listrik yang digunakan untuk kebutuhan operasional penumpang.


Kesimpulan

Pembelian 12 Toyota Hilux Double Cabin dan rencana penambahan Aletra L8 menunjukkan bagaimana Jusuf Hamka membangun armada berdasarkan kebutuhan operasional yang berbeda. Hilux dipilih untuk mendukung pekerjaan proyek, sementara kendaraan listrik Aletra menjadi bagian dari upaya penggunaan EV dalam operasional perusahaan.

Yang menarik, keputusan tersebut memperlihatkan bahwa elektrifikasi armada bisnis tidak harus menggantikan seluruh kendaraan konvensional sekaligus. Perusahaan dapat menggunakan kendaraan listrik untuk kebutuhan yang paling sesuai, sambil mempertahankan kendaraan seperti pikap diesel untuk pekerjaan lapangan yang membutuhkan karakter berbeda.

Dengan pesanan Aletra L8 yang sebelumnya mencapai 150 unit dan kini berpotensi bertambah, Jusuf Hamka juga menjadi salah satu pembeli fleet yang cukup besar bagi perkembangan mobil listrik lokal di Indonesia.


Artikel terkait

Telah terbit oleh

montir

montir

Senang menulis hal terkait dengan dunia otomotif, termasuk mobil & motor. Sering sekali memperbaiki khususnya tulisan yang salah, kurang lengkap dan menambahkan aksesori pelengkap catatan.