Busi Jupiter MX Panjang atau Pendek? Ini Ukuran dan Kode yang Tepat

Bagi pemilik Yamaha Jupiter MX, memilih busi tidak cukup hanya berdasarkan merek atau bentuk fisiknya. Salah satu pertanyaan yang sering muncul adalah: busi Jupiter MX panjang atau pendek?

Jawabannya bergantung pada generasi Jupiter MX yang digunakan.

Untuk Jupiter MX 135, busi standarnya adalah NGK CPR8EA-9 dengan panjang ulir atau thread reach 19 mm. Sementara Jupiter MX 150 dan MX King 150 menggunakan NGK CR8E, yang juga memiliki panjang ulir 19 mm.

Jadi, kalau yang dimaksud "panjang atau pendek" adalah panjang drat busi, keduanya menggunakan busi dengan ulir 19 mm.

Busi Jupiter MX 135 Panjang atau Pendek?

Yamaha Jupiter MX OLD NEW KING 135 150

Untuk Jupiter MX 135, kode busi yang umum digunakan adalah:

NGK CPR8EA-9

Busi tersebut memiliki:

Spesifikasi NGK CPR8EA-9
Diameter ulir 10 mm
Panjang ulir 19 mm
Ukuran hex/kunci 16 mm
Celah elektroda 0,9 mm
Tingkat panas 8

NGK CPR8EA-9 memiliki diameter ulir 10 mm dan thread reach 19 mm. Sumber otomotif yang mengutip keterangan teknisi NGK juga menjelaskan bahwa kode E pada busi tersebut menunjukkan panjang drat 19 mm.

Dengan demikian, busi Jupiter MX 135 adalah busi panjang, jika dibandingkan dengan busi pendek yang memiliki panjang ulir lebih pendek.

Jangan hanya melihat panjang bodi busi

Istilah "busi panjang" sebenarnya bisa membingungkan.

Yang perlu diperhatikan ketika membeli adalah panjang ulir yang masuk ke kepala silinder, bukan panjang keseluruhan busi.

Untuk CPR8EA-9, bagian yang menjadi acuan adalah 19 mm.

Karena itu, jangan memilih busi hanya berdasarkan apakah secara visual terlihat panjang atau pendek.

Busi Jupiter MX 150 Pakai Kode Apa?

Berbeda dengan MX 135, Jupiter MX 150 menggunakan NGK CR8E. Data spesifikasi Yamaha yang tersedia melalui dealer Yamaha mencantumkan tipe businya sebagai NGK/CR8E.

Spesifikasi dasar CR8E:

Spesifikasi NGK CR8E
Diameter ulir 10 mm
Panjang ulir 19 mm
Ukuran hex 16 mm
Celah elektroda 0,7 mm

Data NGK untuk CR8E mencantumkan diameter ulir 10 mm, panjang ulir 19 mm dan celah 0,7 mm.

Jadi, Jupiter MX 150 juga menggunakan busi panjang dengan ulir 19 mm.

Bagaimana dengan Yamaha MX King 150?

Yamaha MX King 150 juga menggunakan NGK CR8E.

Karena MX King 150 menggunakan basis mesin yang sama dengan Jupiter MX 150, kode businya juga CR8E. Data aplikasi suku cadang yang tersedia mencantumkan CR8E untuk Jupiter MX 150.

Artinya, untuk kebutuhan pencarian busi:

Jupiter MX 150 = NGK CR8E MX King 150 = NGK CR8E

Keduanya memiliki panjang ulir 19 mm.

Perbedaan Busi Jupiter MX 135 dan MX 150

Meski sama-sama menggunakan ulir 19 mm, kode businya berbeda.

Model Kode busi Diameter ulir Panjang ulir
Jupiter MX 135 NGK CPR8EA-9 10 mm 19 mm
Jupiter MX 150 NGK CR8E 10 mm 19 mm
MX King 150 NGK CR8E 10 mm 19 mm

Perbedaan kode tersebut bukan berarti salah satunya busi pendek.

Keduanya memang memiliki panjang ulir 19 mm, tetapi konstruksi dan spesifikasi businya berbeda.

Apa Arti Kode Busi CPR8EA-9?

Kode pada busi NGK bukan sekadar nama produk.

Pada CPR8EA-9, setiap bagian kode memiliki arti tertentu.

Secara sederhana:

  • C menunjukkan diameter ulir 10 mm;
  • P menunjukkan konstruksi ujung insulator yang diproyeksikan;
  • R menunjukkan busi dengan resistor;
  • 8 merupakan tingkat panas;
  • E menunjukkan panjang ulir 19 mm;
  • A menunjukkan desain khusus;
  • 9 berkaitan dengan celah elektroda 0,9 mm.

Keterangan teknisi NGK yang dikutip Otomotifnet juga secara khusus menjelaskan bahwa huruf E menunjukkan panjang drat 19 mm.

Apa Arti Kode CR8E?

Kode CR8E juga dapat dibaca dengan prinsip serupa.

Pada kode tersebut:

  • C = diameter ulir 10 mm;
  • R = resistor;
  • 8 = tingkat panas;
  • E = panjang ulir 19 mm.

Data spesifikasi CR8E mencatat thread diameter 10 mm dan thread length 19 mm.

Perbedaan yang mudah terlihat adalah celah elektroda standar CR8E tercatat 0,7 mm, sedangkan CPR8EA-9 memiliki celah 0,9 mm.

Karena itu, jangan menganggap kedua busi tersebut identik hanya karena sama-sama memiliki ulir 19 mm.

Apakah Busi Pendek Bisa Dipasang di Jupiter MX?

Sebaiknya jangan mengganti busi berdasarkan ukuran panjang secara sembarangan.

Panjang ulir hanyalah salah satu parameter. Diameter ulir, tipe dudukan, tingkat panas, konstruksi elektroda, celah busi, dan spesifikasi mesin juga harus sesuai.

NGK sendiri mengingatkan bahwa penggantian busi harus memperhatikan kebutuhan mesin dan kode busi yang tepat. Sumber otomotif yang mengutip teknisi NGK juga menekankan bahwa panjang-pendek drat dan diameter merupakan hal dasar yang harus diperhatikan sebelum melakukan substitusi.

Busi yang tidak sesuai dapat menyebabkan masalah pemasangan dan berpotensi mengganggu kerja sistem pengapian.

Jadi, jangan memasang busi pendek hanya karena lubangnya terlihat cocok.

Apakah Busi CR8E Bisa Diganti CR8EIX?

Untuk pemilik Jupiter MX 150 atau MX King 150 yang ingin menggunakan busi iridium, terdapat produk NGK CR8EIX.

Yamaha sendiri mencantumkan NGK Iridium CR8EIX sebagai produk busi iridium dan menjelaskan bahwa ujung elektroda iridium berdiameter 0,6 mm dirancang untuk menghasilkan percikan yang stabil serta daya tahan tinggi.

Namun, busi iridium bukan berarti otomatis membuat tenaga motor meningkat drastis.

Keuntungan utamanya lebih berkaitan dengan karakter elektroda, ketahanan dan kestabilan percikan. Yang paling penting tetap menggunakan kode dan spesifikasi yang sesuai dengan mesin.

Cara Memilih Busi Jupiter MX yang Benar

Jika hendak membeli busi untuk Jupiter MX, langkah paling aman adalah:

1. Tentukan generasi motor

Jangan hanya mengatakan "Jupiter MX".

Pastikan apakah motor tersebut:

  • Jupiter MX 135;
  • Jupiter MX 150; atau
  • MX King 150.

2. Cek kode busi

Untuk patokan umum:

Jupiter MX 135 → NGK CPR8EA-9

Jupiter MX 150 → NGK CR8E

MX King 150 → NGK CR8E

3. Pastikan panjang ulir

Keduanya menggunakan ulir 19 mm.

4. Jangan mengandalkan bentuk fisik

Busi yang terlihat mirip belum tentu mempunyai spesifikasi yang sama.

5. Periksa manual atau spesifikasi unit

Jika motor sudah dimodifikasi, pernah mengganti kepala silinder, atau menggunakan komponen aftermarket, sebaiknya jangan langsung menganggap spesifikasi busi standar masih berlaku.

Kesimpulan: Busi Jupiter MX Panjang atau Pendek?

Jawaban singkatnya:

Busi Jupiter MX menggunakan tipe panjang dengan panjang ulir 19 mm.

Namun, kodenya berbeda berdasarkan generasi.

Jupiter MX 135: NGK CPR8EA-9 Jupiter MX 150: NGK CR8E MX King 150: NGK CR8E

Yang perlu diingat, istilah "busi panjang" merujuk pada panjang ulir, bukan panjang keseluruhan badan busi.

Jangan memilih busi hanya karena bentuknya terlihat sama. Untuk menghindari salah pasang, kode busi dan spesifikasi mesin harus menjadi acuan utama.

FAQ

Busi Jupiter MX panjang atau pendek? Jupiter MX menggunakan busi dengan panjang ulir 19 mm, yang umum disebut busi panjang.

Busi Jupiter MX 135 kodenya apa? Jupiter MX 135 menggunakan NGK CPR8EA-9. Busi tersebut memiliki panjang ulir 19 mm.

Busi Jupiter MX 150 kodenya apa? Jupiter MX 150 menggunakan NGK CR8E dengan panjang ulir 19 mm.

Busi MX King 150 panjang atau pendek? MX King 150 menggunakan NGK CR8E yang memiliki panjang ulir 19 mm.

Apakah Jupiter MX 135 dan MX 150 memakai busi yang sama? Tidak. MX 135 menggunakan CPR8EA-9, sedangkan MX 150 menggunakan CR8E. Meski keduanya sama-sama memiliki ulir 19 mm, spesifikasinya tidak identik.

Apa yang terjadi jika menggunakan busi yang salah? Jangan menentukan busi hanya berdasarkan panjang. Diameter ulir, tipe busi, tingkat panas, celah elektroda, dan spesifikasi mesin juga harus sesuai.


Artikel terkait

Telah terbit oleh

montir

montir

Senang menulis hal terkait dengan dunia otomotif, termasuk mobil & motor. Sering sekali memperbaiki khususnya tulisan yang salah, kurang lengkap dan menambahkan aksesori pelengkap catatan.