Honda Accord Maestro merupakan salah satu sedan yang masih menarik perhatian pencinta mobil lawas. Di Indonesia, generasi Accord ini dikenal sebagai Maestro dan dipasarkan pada awal 1990-an. Meski usianya sudah lebih dari tiga dekade, desainnya yang elegan, kabin yang luas, serta karakter berkendaranya membuat model ini tetap memiliki penggemar.
Namun, membeli mobil tua seperti Maestro tidak cukup hanya melihat harga dan penampilan. Kondisi unit jauh lebih menentukan karena sejumlah komponen sudah berusia puluhan tahun.
Beberapa persoalan yang patut diperiksa antara lain kaki-kaki, karat pada bodi, sistem bahan bakar, ground clearance, serta kondisi mesin dan transmisi.
Lantas, apa saja kekurangan Honda Maestro yang perlu diketahui sebelum membelinya?

1. Kaki-Kaki Perlu Mendapat Perhatian Khusus
Kaki-kaki menjadi salah satu bagian yang perlu diperiksa ketika mencari Honda Maestro bekas.
Faktor utamanya bukan semata-mata karena desain suspensi Maestro buruk, tetapi karena komponen pada mobil yang kini berusia lebih dari 30 tahun berpotensi sudah mengalami keausan atau pernah diganti dengan komponen yang kualitasnya tidak diketahui.
Honda Maestro menggunakan suspensi double wishbone di bagian depan dan belakang.
Saat melakukan test drive, perhatikan apakah muncul bunyi dari area kaki-kaki ketika melewati jalan tidak rata. Setir yang terasa tidak stabil, getaran, atau mobil yang cenderung menarik ke satu sisi juga perlu diperiksa lebih lanjut.
Komponen seperti bushing, ball joint, tie rod, bearing, hingga CV joint juga sebaiknya diperiksa sebelum transaksi.
Jadi, istilah “kaki-kaki ringkih” pada Maestro sebaiknya tidak dipahami sebagai kelemahan bawaan seluruh unit. Pada mobil seusia ini, umur dan kondisi perawatan jauh lebih menentukan.
2. Bodi Rawan Karat karena Faktor Usia
Karat merupakan persoalan yang wajib diperiksa ketika membeli mobil lawas, termasuk Honda Maestro.
Area yang perlu diperhatikan bukan hanya bagian bodi yang terlihat dari luar. Periksa pula kolong, sudut-sudut bodi, area sekitar roda, sambungan panel, dan bagian bawah pintu.
Beberapa sumber komunitas otomotif juga mencatat karat sebagai salah satu hal yang perlu diperhatikan pada Maestro.
Jika karat masih berupa permukaan, perbaikannya relatif lebih sederhana. Sebaliknya, korosi yang sudah menyerang panel atau struktur bodi dapat membutuhkan biaya lebih besar.
Karena itu, jangan hanya melihat apakah cat mobil masih mengilap.
Periksa bagian bawahnya.
3. Ground Clearance Cukup Rendah
Karakter sedan membuat posisi bodi Honda Maestro relatif rendah dibandingkan kendaraan seperti MPV atau SUV.
Ground clearance yang rendah dapat menjadi kendala ketika mobil melewati polisi tidur tinggi, jalan rusak, tanjakan curam, atau permukaan jalan dengan banyak lubang.
Persoalan tersebut semakin terasa jika unit sudah dimodifikasi menggunakan suspensi lebih rendah atau pelek dan ban dengan ukuran yang tidak sesuai.
Untuk penggunaan di perkotaan dengan kondisi jalan relatif baik, hal ini mungkin tidak terlalu mengganggu.
Namun, bagi calon pemilik yang sering melewati jalan rusak atau daerah dengan kontur jalan ekstrem, ground clearance perlu dipertimbangkan.
4. Konsumsi BBM Tidak Bisa Disamakan dengan Mobil Modern
Honda Maestro menggunakan mesin bensin 2.0 liter. Untuk mobil dengan usia lebih dari 30 tahun, jangan berharap konsumsi BBM setara dengan sedan modern berkapasitas mesin yang sama.
Yang menarik, konsumsi BBM Maestro sangat bergantung pada varian mesin, kondisi kendaraan, transmisi, dan cara berkendara.
Data pengalaman penggunaan yang dipublikasikan Motomobi News mencatat Accord Maestro karburator manual sekitar 10–12 km/liter untuk perjalanan luar kota, sementara versi injeksi otomatis berada di kisaran 12–14 km/liter dalam kondisi pengujian mereka.
Sumber lain mencatat Maestro karburator dapat berada di sekitar 8 km/liter, tergantung kondisi mesin dan penggunaan.
Artinya, angka konsumsi BBM tidak sebaiknya dianggap sebagai angka pasti.
Gambaran konsumsi BBM Honda Maestro
| Kondisi | Perkiraan |
|---|---|
| Dalam kota, tergantung kondisi | Sekitar 6–10 km/l |
| Luar kota | Sekitar 10–12 km/l |
| Kondisi sangat baik | Bisa lebih tinggi |
Angka tersebut hanya gambaran dari beberapa laporan penggunaan, bukan angka resmi pabrikan.
Kondisi karburator atau sistem injeksi, mesin, ban, transmisi, kemacetan dan gaya mengemudi dapat membuat hasil aktual berbeda jauh.
5. Varian Karburator dan Injeksi Punya Karakter Berbeda
Ini merupakan salah satu hal penting yang sering terlewat ketika membahas Maestro.
Honda Accord Maestro di Indonesia tidak hanya hadir dengan satu konfigurasi sistem bahan bakar.
Sumber otomotif yang membahas Maestro di Indonesia mencatat adanya versi karburator dan PGM-FI, sementara model tertentu juga hadir dengan teknologi 4WS.
Karena itu, jangan menyamaratakan performa dan konsumsi BBM semua Maestro.
Model karburator memiliki karakter yang berbeda dengan versi injeksi, terutama dalam hal respons mesin dan efisiensi bahan bakar.
Bagi pembeli yang menginginkan kemudahan penggunaan sehari-hari, kondisi sistem bahan bakar harus menjadi salah satu bagian utama dalam inspeksi.
Spesifikasi Honda Accord Maestro
Honda Accord Maestro merupakan bagian dari generasi keempat Accord yang diperkenalkan untuk model tahun 1990. Di Indonesia, generasi ini dikenal sebagai Maestro.
Salah satu konfigurasi Maestro menggunakan mesin 2.0 liter 4-silinder dengan kapasitas sekitar 1.997 cc.
Berikut gambaran spesifikasinya:
| Spesifikasi | Honda Accord Maestro |
|---|---|
| Model | Accord Maestro / SM4 |
| Mesin | 2.0 liter, 4-silinder |
| Kapasitas | ±1.997 cc |
| Sistem bahan bakar | Karburator / PGM-FI, tergantung varian |
| Transmisi | Manual 5-percepatan / otomatis 4-percepatan |
| Penggerak | Roda depan (FWD) |
| Suspensi depan | Double wishbone |
| Suspensi belakang | Double wishbone |
| Kapasitas penumpang | 5 orang |
Salah satu data spesifikasi unit 1990 mencatat kapasitas mesin 1.997 cc, transmisi manual 5-percepatan, panjang 4.695 mm, wheelbase 2.720 mm, serta tangki bahan bakar 65 liter.
Namun, spesifikasi dapat berbeda berdasarkan tahun produksi dan varian. Karena itu, calon pembeli sebaiknya memeriksa spesifikasi unit yang akan dibeli, bukan hanya mengandalkan data umum Maestro.
Mesin Maestro Sebenarnya Bukan Masalah Utamanya
Dengan usia kendaraan sekarang, kondisi mesin lebih penting daripada sekadar kode mesin.
Mesin 2.0 liter Maestro masih bisa digunakan dengan baik jika dirawat, tetapi calon pembeli harus memeriksa:
- kebocoran oli;
- asap knalpot;
- suara mesin;
- temperatur kerja;
- kondisi radiator;
- sistem pendinginan;
- respons akselerasi;
- kondisi karburator atau injektor;
- serta riwayat overhaul.
Mobil tua dengan mesin sehat bisa jauh lebih menyenangkan daripada unit dengan tampilan mulus tetapi memiliki masalah mekanis tersembunyi.
Transmisi Juga Wajib Diperiksa
Maestro tersedia dengan transmisi manual 5-percepatan dan otomatis 4-percepatan.
Untuk versi manual, perhatikan perpindahan gigi, kondisi kopling, dan apakah terdapat suara atau getaran tidak normal.
Sementara pada versi otomatis, perpindahan gigi harus diperiksa saat kondisi mesin dingin maupun setelah mobil digunakan.
Masalah transmisi otomatis pada mobil lawas bisa menjadi salah satu sumber pengeluaran besar.
Karena itu, jangan membeli Maestro hanya berdasarkan test drive lima menit.
Pajak Jangan Dijadikan Patokan Tunggal
Artikel lama mengenai Maestro sering mencantumkan angka pajak tertentu sebagai salah satu kekurangan.
Masalahnya, pajak kendaraan tidak bisa disamaratakan untuk seluruh Indonesia.
Besarnya pajak bergantung pada identitas kendaraan, tahun, wilayah registrasi, serta ketentuan perpajakan yang berlaku.
Bahkan nilai dasar kendaraan untuk kebutuhan perpajakan dapat berbeda berdasarkan tahun dan jenis kendaraan. Sebagai contoh, dokumen resmi Pemprov Jawa Barat mencantumkan nilai dasar berbeda untuk Accord SM4 MPI AT tahun 1990–1995.
Jadi, jika ingin membeli Maestro, cek pajak berdasarkan nomor polisi dan dokumen unit yang bersangkutan, bukan menggunakan angka dari artikel lama.
Jangan Tertipu Kondisi Eksterior
Salah satu kesalahan paling umum ketika membeli mobil klasik adalah terlalu fokus pada tampilan.
Honda Maestro memang mempunyai desain yang masih menarik hingga sekarang. Bahkan, model ini kembali mendapatkan perhatian di kalangan penggemar mobil klasik karena desain dan kenyamanannya.
Namun, cat baru tidak selalu berarti mobil sehat.
Unit yang baru dicat ulang justru perlu diperiksa lebih teliti.
Cari tanda-tanda:
- panel dengan warna berbeda;
- celah antarpanel tidak rata;
- bekas las;
- dempul berlebihan;
- karat yang ditutup;
- bekas tabrakan;
- serta perbaikan pada bagian sasis.
Mobil tua yang masih menggunakan cat lama tetapi struktur bodinya sehat bisa lebih menarik daripada unit yang tampil kinclong namun menyimpan banyak pekerjaan rumah.
Kelebihan Honda Maestro yang Membuatnya Masih Dicari
Meski memiliki sejumlah kekurangan, bukan berarti Maestro tidak layak dipelihara.
Justru ada beberapa alasan mengapa sedan ini masih mempunyai penggemar.
Desain Masih Menarik
Desain Maestro menjadi salah satu daya tarik utamanya.
Proporsi sedan yang panjang dan desain khas era 1990-an membuatnya memiliki karakter yang berbeda dibandingkan mobil modern.
Kabin Relatif Luas
Sebagai sedan kelas menengah pada masanya, Maestro menawarkan kabin yang cukup lega.
Karakter Berkendara
Sistem suspensi double wishbone di kedua sisi menjadi salah satu bagian yang membuat karakter berkendaranya berbeda dari banyak mobil modern.
Potensi Menjadi Mobil Koleksi
Usianya yang sudah lebih dari tiga dekade membuat unit dengan kondisi sangat orisinal semakin menarik bagi kolektor.
Bahkan terdapat contoh Accord Maestro 1991 dengan kondisi sangat orisinal yang pernah diberitakan memiliki odometer hanya 14 km.
Tentu saja, kasus seperti itu sangat ekstrem dan tidak menggambarkan kondisi Maestro pada umumnya.
Jadi, Apa Penyakit Honda Maestro yang Paling Perlu Diperiksa?
Jika Anda sedang mencari Honda Maestro, jangan hanya membuat daftar “penyakit” berdasarkan modelnya.
Lebih tepat jika pemeriksaannya dibagi menjadi beberapa bagian:
1. Kaki-kaki Dengarkan bunyi dan periksa seluruh komponen suspensi.
2. Karat Periksa kolong, sudut panel, bawah pintu dan area roda.
3. Mesin Pastikan tidak ada kebocoran, overheating atau asap abnormal.
4. Sistem bahan bakar Periksa kondisi karburator atau sistem PGM-FI sesuai variannya.
5. Transmisi Pastikan perpindahan gigi normal.
6. Kelistrikan Periksa power window, AC, lampu, panel instrumen dan perangkat elektronik lainnya.
7. Dokumen Pastikan nomor rangka, nomor mesin, STNK dan BPKB sesuai.
8. Riwayat restorasi Cari tahu apakah mobil pernah mengalami tabrakan besar atau perbaikan struktur.
Apakah Honda Maestro Masih Layak Dibeli?
Masih, tetapi bukan untuk semua orang.
Honda Maestro lebih cocok bagi orang yang memang memahami karakter mobil lawas atau setidaknya memiliki akses ke bengkel yang memahami Honda generasi tersebut.
Jika yang dicari adalah mobil murah yang tinggal dipakai setiap hari tanpa perlu perhatian khusus, Maestro bukan pilihan paling sederhana.
Sebaliknya, bagi pencinta sedan klasik yang menyukai desain era 1990-an dan bersedia menyediakan anggaran untuk perawatan, Maestro masih menarik.
Kuncinya bukan mencari Maestro yang paling murah, melainkan mencari unit dengan kondisi paling sehat dan riwayat perawatan paling jelas.
FAQ Honda Maestro
Apa penyakit Honda Maestro yang paling umum? Kondisi kaki-kaki, karat pada bodi, sistem pendinginan, sistem bahan bakar dan komponen yang aus karena usia merupakan bagian yang perlu mendapat perhatian ketika membeli Maestro bekas.
Apakah Honda Maestro boros BBM? Konsumsi BBM sangat bergantung pada varian dan kondisi kendaraan. Beberapa laporan penggunaan mencatat sekitar 8–12 km/liter, sementara hasil tertentu dapat lebih tinggi dalam kondisi ideal.
Berapa cc mesin Honda Maestro? Salah satu konfigurasi utamanya menggunakan mesin bensin 2.0 liter dengan kapasitas sekitar 1.997 cc.
Apakah Honda Maestro tersedia dalam versi injeksi? Ya. Di Indonesia terdapat Maestro dengan sistem karburator maupun PGM-FI, tergantung tahun dan varian.
Apakah Honda Maestro cocok untuk mobil harian? Bisa, selama unit yang dipilih sehat dan dirawat dengan baik. Namun, usia kendaraan membuat kebutuhan perawatannya berbeda dari mobil modern.
Apa yang harus dicek sebelum membeli Honda Maestro? Prioritaskan kondisi bodi dan sasis, karat, kaki-kaki, mesin, transmisi, sistem pendinginan, kelistrikan, dokumen dan riwayat perawatan.
Apakah Honda Maestro masih cocok untuk koleksi? Ya. Model dengan kondisi orisinal, dokumentasi jelas, dan komponen yang masih lengkap lebih menarik bagi kolektor dibandingkan unit yang sudah banyak dimodifikasi.
Kesimpulannya, kekurangan Honda Maestro bukan berarti sedan ini merupakan mobil yang buruk. Sebagian besar persoalan yang ditemui saat ini justru berkaitan dengan usia kendaraan, kondisi unit, kualitas perawatan sebelumnya, dan ketersediaan komponen.
Itulah yang membuat membeli Maestro berbeda dengan membeli mobil bekas yang usianya baru beberapa tahun. Kondisi per unit jauh lebih penting daripada sekadar tahun dan harga.
Kalau menemukan unit yang sehat, bebas karat serius, mesin dan transmisi terawat, serta dokumennya lengkap, Honda Maestro masih bisa menjadi sedan lawas yang menarik untuk dipelihara.