Kasus Hyundai Ioniq 5 bermasalah setelah parkir paralel belakangan menjadi perhatian. Persoalan ini mencuat setelah pemilik Ioniq 5 sekaligus influencer, Aa Juju, membagikan pengalamannya ketika mobil yang digunakannya mengalami sejumlah gangguan, termasuk tidak dapat dinyalakan dan baterai 12 volt yang harus diganti.
Yang membuat kasus ini menarik adalah adanya pertanyaan: apakah Hyundai Ioniq 5 sebenarnya boleh diparkir paralel?
Jawabannya ternyata boleh. Bahkan Hyundai Indonesia memiliki panduan khusus untuk membuat Ioniq 5 berada dalam posisi netral sehingga kendaraan dapat didorong ketika diperlukan untuk parkir paralel.
Namun, ada catatan penting mengenai kondisi 12V battery ketika mobil dibiarkan dalam posisi tersebut.
Kasus Ioniq 5 Aa Juju yang Viral
Keluhan terhadap Ioniq 5 milik Aa Juju ramai dibicarakan setelah ia menceritakan pengalaman menggunakan mobil listrik tersebut.
Sebelum membeli mobil, kemampuan untuk parkir paralel disebut menjadi salah satu pertimbangannya. Ia mengaku telah menanyakan hal tersebut kepada pihak penjual dan mendapat informasi bahwa Ioniq 5 dapat digunakan untuk parkir paralel.
Masalah kemudian muncul ketika mobil digunakan dalam kondisi tersebut.
Menurut penuturan yang diberitakan, Ioniq 5 sempat tidak dapat dinyalakan. Setelah teknisi melakukan pemeriksaan, masalah dikaitkan dengan baterai 12 volt yang kehabisan daya atau soak, dan baterai tersebut kemudian diganti.
Kasus tersebut kemudian berkembang menjadi persoalan layanan purnajual setelah pemilik mengeluhkan pengalaman berkomunikasi dengan pihak Hyundai.
Hyundai Motors Indonesia sendiri telah meminta maaf atas ketidaknyamanan yang dialami pelanggan dan menyatakan sedang melakukan penanganan serta penelusuran secara menyeluruh.
Apakah Ioniq 5 Memang Bisa Parkir Paralel?

Bisa.
Ini penting karena muncul anggapan bahwa mobil listrik seperti Ioniq 5 tidak boleh diparkir paralel.
Hyundai Indonesia justru pernah menerbitkan panduan “3 Cara Parkir Netral pada Hyundai Ioniq 5 dan Ioniq 6”. Dalam panduan tersebut dijelaskan bahwa kendaraan dapat dibuat tetap berada di posisi N (Neutral) ketika dimatikan.
Tujuannya memang agar mobil tidak terkunci dalam posisi P sehingga masih dapat didorong ketika diperlukan.
Jadi, masalahnya bukan sesederhana:
“Ioniq 5 tidak boleh parkir paralel.”
Yang perlu diperhatikan adalah bagaimana prosedur netral dilakukan dan berapa lama mobil dibiarkan dalam kondisi tersebut.
Kenapa Harus Posisi N?
Pada mobil otomatis konvensional, posisi N membuat transmisi tidak mengunci roda sehingga kendaraan dapat didorong.
Prinsip yang sama diperlukan ketika mobil listrik seperti Ioniq 5 hendak ditempatkan dalam posisi yang memungkinkan kendaraan digeser oleh petugas parkir.
Hyundai Indonesia menjelaskan bahwa setelah rem parkir dinonaktifkan, pengemudi dapat mematikan kendaraan sambil memindahkan posisi transmisi ke N. Jika berhasil, indikator pada panel instrumen menunjukkan N, bukan P, sehingga kendaraan dapat didorong.
Namun, ada konsekuensi kelistrikan yang perlu diperhatikan.
Posisi N Bisa Membuat Sistem Berada di ACC
Dalam panduan manual Ioniq 5 generasi terbaru, Hyundai menjelaskan bahwa ketika kendaraan dipertahankan dalam posisi N, tombol Start/Stop berada pada posisi ACC.
Hyundai secara eksplisit memperingatkan bahwa baterai 12V dapat mengalami pengosongan daya jika kendaraan dibiarkan dalam posisi ACC dalam waktu lama.
Inilah bagian yang sangat penting untuk memahami kasus parkir paralel Ioniq 5.
Artinya, kemampuan parkir paralel memang tersedia, tetapi kondisi kendaraan tidak sama dengan parkir normal dalam posisi P dan OFF.
Ketika kendaraan dipertahankan dalam N, sistem kelistrikan tertentu tetap berada dalam kondisi yang membutuhkan suplai energi dari sistem 12 volt.
Mengapa Mobil Listrik Tetap Punya Aki 12 Volt?
Ini juga sering membingungkan pemilik mobil listrik.
Bukankah Ioniq 5 mempunyai baterai besar untuk menggerakkan motor?
Benar. Ioniq 5 memiliki high-voltage battery sebagai sumber energi utama untuk sistem penggerak.
Namun, mobil listrik tetap mempunyai sistem kelistrikan bertegangan rendah, termasuk baterai 12 volt.
Dalam sistem kendaraan listrik, perangkat seperti lampu, sistem kontrol, komputer kendaraan, akses kendaraan dan berbagai komponen kelistrikan bertegangan rendah membutuhkan suplai 12 volt.
Manual Hyundai menjelaskan keberadaan LDC (Low Voltage DC-DC Converter) yang mengubah energi dari baterai tegangan tinggi menjadi listrik 12 volt untuk memasok kebutuhan kendaraan.
Jadi, baterai besar dan baterai 12 volt memiliki fungsi berbeda.
Apa yang Terjadi Jika Aki 12V Soak?
Ketika baterai 12 volt kehilangan daya terlalu banyak, persoalannya bukan sekadar lampu tidak menyala.
Pada Ioniq 5, kondisi baterai 12 volt yang habis dapat menyebabkan kendaraan mengalami masalah dalam proses pengoperasian.
Manual Hyundai bahkan menyebut bahwa ketika baterai 12V habis, gigi tidak dapat dipindahkan. Pengguna disarankan melakukan jump start atau menghubungi dealer Hyundai resmi.
Dengan kata lain, mobil listrik tetap bisa mengalami kondisi “tidak bisa hidup” akibat masalah baterai 12 volt, meskipun baterai traksi utama masih memiliki energi.
Inilah salah satu karakter mobil listrik yang perlu dipahami pemilik kendaraan.
Jadi, Apakah Parkir Paralel Penyebab Ioniq 5 Mati?
Jawabannya harus dibuat hati-hati.
Belum tepat menyimpulkan bahwa parkir paralel secara langsung menyebabkan seluruh Ioniq 5 mati.
Kasus Aa Juju merupakan kasus pada satu unit kendaraan yang masih ditelusuri. Media yang memberitakan kasus tersebut juga mencatat bahwa masalah teknis secara menyeluruh masih perlu dipastikan.
Di sisi lain, ada dasar teknis yang jelas mengapa penggunaan posisi N dalam waktu lama perlu diperhatikan.
Manual Hyundai menyebut bahwa ketika kendaraan dipertahankan di N, Start/Stop berada pada posisi ACC dan baterai 12V dapat terkuras jika dibiarkan dalam kondisi tersebut terlalu lama.
Jadi hubungan yang lebih tepat adalah:
Parkir paralel → kendaraan perlu berada di N → kondisi N mempertahankan sistem tertentu dalam ACC → jika terlalu lama, baterai 12V berpotensi terkuras.
Bukan berarti:
Parkir paralel → pasti membuat Ioniq 5 rusak atau mati.
Berapa Lama Ioniq 5 Aman Diparkir Paralel?
Ini justru menjadi bagian yang harus diperhatikan.
Hyundai memberikan peringatan mengenai “a long period” untuk kondisi ACC, tetapi sumber resmi yang tersedia tidak menetapkan angka jam tertentu sebagai batas universal.
Karena itu, tidak tepat jika dibuat klaim seperti “Ioniq 5 aman diparkir paralel maksimal sekian jam” tanpa merujuk pada manual spesifik tahun/varian kendaraan.
Kondisi baterai 12V, suhu, usia baterai dan kondisi kelistrikan kendaraan juga dapat memengaruhi seberapa cepat daya terkuras.
Jadi, prinsip amannya adalah:
Gunakan mode netral untuk kebutuhan parkir paralel seperlunya, tetapi hindari membiarkan kendaraan dalam kondisi tersebut lebih lama dari yang diperlukan.
Cara Parkir Paralel Ioniq 5
Hyundai Indonesia memberikan prosedur dasar sebagai berikut.
1. Pastikan mobil menyala
Kondisi kendaraan harus aktif agar fungsi rem parkir dan pemindah gigi dapat diakses.
2. Lepaskan rem parkir
Pastikan Electronic Parking Brake tidak aktif.
Ini penting karena mobil harus dapat bergerak ketika didorong.
3. Pindahkan ke N saat mematikan kendaraan
Tekan tombol Power dan pindahkan posisi transmisi ke N secara bersamaan sesuai prosedur yang diberikan Hyundai.
Jika berhasil, indikator pada panel menunjukkan N.
4. Pastikan kendaraan benar-benar berada di N
Jangan hanya mengandalkan posisi tuas.
Periksa indikator pada instrument cluster.
Hyundai juga menjelaskan bahwa mobil dapat didorong beberapa sentimeter untuk memastikan kendaraan tidak berada dalam posisi P.
Mengapa Prosedur Ini Tidak Boleh Asal?
Pada sistem Ioniq 5 yang lebih baru, Hyundai memberikan prosedur khusus agar kendaraan dapat tetap berada di N.
Manual juga menjelaskan bahwa dalam kondisi tertentu kendaraan dapat otomatis kembali ke P untuk alasan keselamatan. Karena itu, indikator pada instrument cluster perlu diperiksa
Ini berbeda dengan mobil konvensional yang mekanisme transmisi dan kelistrikannya lebih sederhana.
Pada mobil listrik modern, posisi transmisi, sistem rem parkir elektronik dan status kelistrikan kendaraan saling terhubung dengan sistem kontrol elektronik.
Masalahnya Bukan Hanya Parkir Paralel
Kasus Aa Juju juga menarik karena keluhan yang diberitakan tidak hanya mengenai parkir paralel.
Ioniq 5 tersebut disebut mengalami beberapa persoalan lain, termasuk fast charging yang tidak berfungsi, kendaraan sempat tidak dapat dinyalakan, baterai 12V diganti, serta gangguan pada head unit.
Karena itu, menghubungkan seluruh persoalan tersebut hanya dengan parkir paralel juga terlalu dini.
Hyundai Indonesia telah menyatakan bahwa kasus tersebut sedang ditangani dan ditelusuri secara menyeluruh.
Apakah Pemilik Ioniq 5 Harus Takut Parkir Paralel?
Tidak perlu panik.
Parkir paralel bukan fitur yang secara otomatis terlarang untuk Ioniq 5.
Bahkan Hyundai Indonesia secara resmi menjelaskan cara membuat Ioniq 5 berada dalam posisi netral untuk kebutuhan tersebut.
Namun, pemilik harus memahami bahwa N bukan kondisi parkir normal untuk ditinggalkan dalam waktu lama.
Jika mobil hanya perlu digeser beberapa meter oleh petugas parkir, prosedur tersebut berbeda konteks dengan meninggalkan kendaraan berjam-jam atau lebih lama dalam kondisi N/ACC.
Apa yang Sebaiknya Dilakukan Pemilik?
Jika sering membutuhkan parkir paralel, beberapa hal berikut layak diperhatikan:
- Pastikan memahami prosedur N sesuai manual kendaraan.
- Pastikan Electronic Parking Brake sudah dilepas sesuai kebutuhan.
- Periksa indikator N pada instrument cluster.
- Jangan meninggalkan mobil dalam kondisi N/ACC lebih lama dari yang diperlukan.
- Pastikan kondisi baterai 12V sehat.
- Jika muncul peringatan kelistrikan, jangan diabaikan.
- Untuk masalah teknis, gunakan jaringan bengkel resmi Hyundai.
Hyundai juga menyediakan panduan pemilik untuk Ioniq 5 melalui layanan myHyundaiCare.
Kesimpulan
Kasus Hyundai Ioniq 5 yang bermasalah setelah parkir paralel memang menjadi perhatian, tetapi tidak tepat jika langsung disimpulkan bahwa parkir paralel membuat semua Ioniq 5 bisa mati.
Ioniq 5 memang memiliki prosedur resmi untuk parkir netral. Hyundai Indonesia bahkan telah menjelaskan cara menempatkan kendaraan dalam posisi N agar dapat didorong ketika parkir paralel.
Namun, ada satu catatan penting: dalam kondisi N, sistem kendaraan dapat berada pada ACC, dan manual Hyundai memperingatkan bahwa baterai 12V dapat terkuras jika kondisi tersebut berlangsung terlalu lama.
Karena itu, persoalan sebenarnya bukan “Ioniq 5 boleh atau tidak parkir paralel”, melainkan bagaimana prosedurnya dilakukan dan berapa lama kendaraan dibiarkan dalam kondisi tersebut.
Sementara untuk kasus Aa Juju sendiri, Hyundai Indonesia masih melakukan penelusuran terhadap kendala yang dialami kendaraan tersebut.
FAQ
Apakah Hyundai Ioniq 5 bisa parkir paralel? Bisa. Hyundai Indonesia memiliki panduan untuk menempatkan Ioniq 5 dalam posisi N agar kendaraan dapat didorong.
Kenapa Ioniq 5 bisa mati setelah parkir paralel? Salah satu risiko yang perlu diperhatikan adalah terkurasnya baterai 12V ketika kendaraan berada dalam kondisi N/ACC terlalu lama. Namun, kasus tertentu tidak boleh langsung digeneralisasi sebagai penyebab tunggal semua masalah Ioniq 5.
Apakah aki 12V penting pada mobil listrik? Ya. Mobil listrik tetap membutuhkan sistem kelistrikan 12V untuk berbagai perangkat dan sistem kendaraan. Ioniq 5 juga memiliki konverter DC-DC untuk memasok kebutuhan listrik tegangan rendah dari baterai tegangan tinggi.
Apakah parkir paralel bisa membuat aki Ioniq 5 soak? Jika kendaraan dibiarkan dalam kondisi N/ACC terlalu lama, baterai 12V dapat mengalami pengosongan daya. Hyundai secara eksplisit memberikan peringatan mengenai hal tersebut dalam manual.
Apakah semua Ioniq 5 mengalami masalah yang sama? Tidak ada dasar untuk menyimpulkan demikian. Kasus Aa Juju merupakan kasus pada unit tertentu dan Hyundai masih melakukan penelusuran menyeluruh.