Pandan duri merupakan tanaman tropis dari keluarga Pandanaceae yang banyak ditemukan di kawasan pesisir. Tanaman dengan nama ilmiah Pandanus tectorius ini memiliki daun panjang dengan duri pada bagian tepi dan tulang daunnya.
Di Indonesia, pandan duri juga dikenal dengan beberapa nama lain, termasuk pandan laut dan pandan tikar. Selain digunakan sebagai bahan anyaman, tanaman ini telah lama dimanfaatkan oleh masyarakat di berbagai daerah untuk keperluan pangan dan pengobatan tradisional.

Penelitian modern juga mulai melihat kandungan fitokimia dan potensi farmakologi Pandanus tectorius. Namun, penting membedakan antara potensi berdasarkan penelitian laboratorium atau hewan percobaan dengan manfaat kesehatan yang sudah terbukti pada manusia.
Apa Itu Pandan Duri?
Pandan duri adalah tanaman dengan nama ilmiah Pandanus tectorius Parkinson ex Du Roi.
Tanaman ini termasuk famili Pandanaceae dan banyak tumbuh di wilayah pesisir Asia, Pasifik, hingga Australia bagian utara. Di Indonesia, pandan duri dapat ditemukan di sejumlah wilayah pantai dan dikenal sebagai tanaman yang mampu beradaptasi pada lingkungan pesisir.
Ciri yang paling mudah dikenali adalah daunnya yang panjang dan memiliki duri pada bagian tepi serta tulang daun.
Berbeda dengan pandan wangi (Pandanus amaryllifolius) yang umum digunakan untuk memberikan aroma pada makanan, pandan duri merupakan spesies yang berbeda.
Ciri-Ciri Pandan Duri
Beberapa ciri yang dapat digunakan untuk mengenali pandan duri antara lain:
- Daunnya berbentuk panjang dan terkumpul di ujung cabang.
- Tepi daun memiliki duri.
- Tulang daun juga memiliki duri.
- Dapat tumbuh sebagai semak besar atau pohon kecil.
- Banyak ditemukan di kawasan pesisir.
- Memiliki buah majemuk yang bentuknya menyerupai nanas.
- Daunnya dapat dimanfaatkan sebagai bahan kerajinan anyaman.
Habitat pesisir menjadi salah satu karakter penting tanaman ini. Selain memiliki nilai ekologis, pandan duri juga dimanfaatkan masyarakat sebagai bahan kerajinan, termasuk tikar dan produk anyaman lainnya.
Kandungan Pandan Duri
Penelitian mengenai Pandanus tectorius menemukan berbagai senyawa metabolit sekunder yang berpotensi memiliki aktivitas biologis.
Review yang diterbitkan dalam Jurnal Jamu Indonesia pada 2025 mengidentifikasi 16 senyawa bioaktif dari buah Pandanus tectorius. Beberapa di antaranya adalah pandanusin A, bergapten, scoparone, scopoletin, beberapa lignan, isoamericanin A, kaempferol, chrysin, asam fenolat, betulinic acid, dan β-sitosterol.
Kandungan tersebut menjadi salah satu alasan Pandanus tectorius terus diteliti sebagai sumber bahan alam yang berpotensi dikembangkan dalam bidang kesehatan.
Namun, keberadaan suatu senyawa dalam tanaman tidak otomatis berarti mengonsumsi tanaman tersebut dapat mengobati penyakit tertentu. Efek kesehatan bergantung pada dosis, bentuk ekstrak, bagian tanaman yang digunakan, cara pengolahan, serta hasil penelitian pada manusia.
Manfaat Pandan Duri untuk Kesehatan
Penelitian yang tersedia menunjukkan beberapa potensi aktivitas farmakologis dari pandan duri, terutama pada bagian buah.
1. Berpotensi sebagai sumber antioksidan
Salah satu aktivitas yang paling banyak diteliti dari Pandanus tectorius adalah aktivitas antioksidan.
Selain penelitian terhadap buah, penelitian terhadap ekstrak dan fraksi daun pandan duri juga menunjukkan adanya aktivitas antioksidan dalam pengujian laboratorium.
Antioksidan bekerja dengan membantu mengendalikan molekul reaktif yang dapat berkontribusi terhadap stres oksidatif.
Meski demikian, hasil uji antioksidan di laboratorium tidak dapat langsung diterjemahkan sebagai bukti bahwa mengonsumsi pandan duri akan memberikan efek antioksidan yang sama pada tubuh manusia.
2. Memiliki potensi antiinflamasi
Review ilmiah terbaru mengenai buah Pandanus tectorius melaporkan adanya aktivitas antiinflamasi dalam penelitian praklinis.
Sejumlah senyawa yang ditemukan pada buahnya diduga berkontribusi terhadap aktivitas biologis tersebut. Namun, penelitian lebih lanjut masih diperlukan untuk mengetahui efektivitas dan keamanan penggunaannya pada manusia.
3. Berpotensi membantu meredakan nyeri
Buah pandan laut atau Pandanus tectorius juga pernah diteliti untuk aktivitas analgesik.
Dalam penelitian menggunakan mencit, ekstrak etanol buah pandan laut menunjukkan aktivitas analgesik. Penelitian tersebut juga menguji beberapa fraksi ekstrak dan menemukan adanya aktivitas pengurangan respons nyeri.
Hasil tersebut menarik dari sisi penelitian tanaman obat, tetapi belum dapat dijadikan dasar untuk mengganti obat pereda nyeri yang digunakan dalam pengobatan manusia.
4. Memiliki potensi terkait metabolisme gula
Review tahun 2025 menyebutkan adanya penelitian praklinis mengenai aktivitas antidiabetes dari buah Pandanus tectorius.
Salah satu mekanisme yang diteliti berkaitan dengan penghambatan enzim alpha-glucosidase, yang berperan dalam proses pemecahan karbohidrat menjadi glukosa.
Artinya, pandan duri memiliki potensi untuk diteliti lebih lanjut dalam konteks pengendalian glukosa.
Namun, belum tepat menyebut pandan duri sebagai obat diabetes hanya berdasarkan penelitian tersebut.
5. Berpotensi terhadap metabolisme lipid
Penelitian terhadap buah Pandanus tectorius juga telah mengeksplorasi aktivitas yang berkaitan dengan kolesterol dan aterosklerosis.
Salah satu penelitian menemukan potensi ekstrak buah dalam memengaruhi ekspresi gen scavenger receptor-B1 serta aktivitas enzim HMG-CoA reductase dalam pengujian laboratorium.
Temuan tersebut masih berada pada tahap penelitian mekanistik dan belum berarti buah pandan duri terbukti menurunkan kolesterol pada manusia.
6. Memiliki aktivitas antimikroba dalam penelitian
Review ilmiah mengenai Pandanus tectorius juga mencatat aktivitas antibakteri dan antimikroba dari berbagai ekstrak tanaman tersebut.
Aktivitas ini menjadi salah satu bidang yang masih diteliti untuk mengetahui kemungkinan pemanfaatan senyawa dari pandan duri dalam pengembangan bahan farmasi.
7. Berpotensi dalam penelitian antikanker
Salah satu temuan yang menarik dari review 2025 adalah aktivitas sitotoksik beberapa ekstrak buah Pandanus tectorius terhadap sel kanker dalam penelitian laboratorium.
Fraksi etil asetat, misalnya, menunjukkan aktivitas terhadap sel HeLa dalam penelitian praklinis.
Namun, ini bukan berarti pandan duri dapat digunakan untuk mengobati kanker. Hasil terhadap sel dalam laboratorium merupakan tahap awal penelitian dan tidak sama dengan bukti efektivitas pengobatan pada pasien.
Bagian Pandan Duri yang Diteliti
Berbagai bagian Pandanus tectorius telah menjadi objek penelitian, antara lain:
| Bagian tanaman | Contoh penelitian atau pemanfaatan |
|---|---|
| Buah | Antioksidan, analgesik, antiinflamasi, antimikroba dan aktivitas farmakologis lainnya |
| Daun | Aktivitas antioksidan dan pemanfaatan sebagai bahan anyaman |
| Akar | Pemanfaatan tradisional dan penelitian fitokimia |
| Batang/kulit batang | Penelitian etnobotani dan pemanfaatan lokal |
Review tentang Pandanus tectorius di Indonesia menunjukkan bahwa buah merupakan bagian yang cukup banyak diteliti dari sisi aktivitas farmakologi, sedangkan daun juga memiliki berbagai pemanfaatan non-medis, terutama sebagai bahan anyaman.
Apakah Pandan Duri Bisa Dimakan?
Beberapa varietas Pandanus tectorius memiliki buah yang dapat dimanfaatkan sebagai bahan pangan. Tanaman ini juga memiliki sejarah pemanfaatan pangan di sejumlah wilayah Pasifik dan Asia.
Namun, tidak semua tanaman yang disebut secara lokal sebagai “pandan duri” harus diasumsikan identik dalam varietas maupun cara pengolahannya.
Karena itu, jangan mengonsumsi bagian tanaman yang belum teridentifikasi dengan benar, terutama jika tanaman diperoleh dari alam.
Apakah Pandan Duri Bisa Menjadi Obat?
Pandan duri memiliki potensi farmakologis, tetapi istilah “potensi” perlu dibedakan dari “terbukti sebagai obat”.
Review ilmiah yang diterbitkan pada 2025 menyimpulkan bahwa penelitian terhadap buah Pandanus tectorius menunjukkan aktivitas antioksidan, antiinflamasi, analgesik, antidiabetes, antimikroba, dan sitotoksik. Namun, penulis juga menekankan perlunya validasi klinis lebih lanjut dan standardisasi formulasi sebelum dikembangkan sebagai fitoterapi berbasis bukti.
Dengan kata lain, penelitian mengenai pandan duri masih menarik, tetapi belum cukup untuk menjadikannya pengganti obat yang diresepkan dokter.
Pandan Duri Berbeda dengan Pandan Wangi
Pandan duri dan pandan wangi sama-sama termasuk genus Pandanus, tetapi keduanya merupakan tanaman berbeda.
Pandan duri (Pandanus tectorius) umumnya memiliki duri yang jelas pada tepi daun dan banyak ditemukan di lingkungan pesisir.
Sementara itu, pandan wangi (Pandanus amaryllifolius) lebih dikenal sebagai tanaman bumbu dan pewangi makanan.
Perbedaan spesies penting diperhatikan karena kandungan senyawa, penggunaan tradisional, serta bukti penelitian pada satu spesies tidak otomatis berlaku untuk spesies lainnya.
Apakah Ada Efek Samping Pandan Duri?
Informasi mengenai keamanan konsumsi pandan duri sebagai bahan herbal masih jauh lebih terbatas dibandingkan penelitian mengenai aktivitas farmakologinya.
Karena itu, penggunaan ekstrak pekat atau produk herbal dari pandan duri sebaiknya tidak dilakukan sembarangan, terutama dalam dosis yang tidak diketahui.
Orang yang sedang mengonsumsi obat rutin, memiliki penyakit tertentu, sedang hamil atau menyusui, sebaiknya berkonsultasi dengan tenaga kesehatan sebelum menggunakan produk herbal berbahan pandan duri.
Kesimpulan
Pandan duri (Pandanus tectorius) merupakan tanaman pesisir yang memiliki nilai ekologis, budaya, dan potensi kesehatan.
Penelitian terhadap tanaman ini menunjukkan adanya berbagai senyawa bioaktif dan aktivitas farmakologis, terutama pada buahnya. Beberapa potensi yang telah diteliti meliputi antioksidan, antiinflamasi, analgesik, antidiabetes, antimikroba, serta aktivitas sitotoksik.
Meski hasil penelitian tersebut cukup menjanjikan, sebagian besar bukti masih berasal dari penelitian laboratorium atau hewan percobaan. Karena itu, pandan duri belum tepat diposisikan sebagai obat untuk penyakit tertentu.
Penelitian pada manusia, penentuan dosis, standardisasi ekstrak, serta pengujian keamanan masih diperlukan untuk mengetahui sejauh mana potensi pandan duri dapat dikembangkan menjadi produk kesehatan.
FAQ Pandan Duri
Apa itu pandan duri?
Pandan duri adalah tanaman dari famili Pandanaceae dengan nama ilmiah Pandanus tectorius. Tanaman ini banyak ditemukan di kawasan pesisir dan memiliki daun dengan duri pada bagian tepi serta tulang daun.
Apa manfaat pandan duri untuk kesehatan?
Penelitian menunjukkan pandan duri memiliki potensi aktivitas antioksidan, antiinflamasi, analgesik, antimikroba, antidiabetes, dan aktivitas farmakologis lainnya. Sebagian besar bukti tersebut masih berasal dari penelitian praklinis.
Apakah pandan duri sama dengan pandan wangi?
Tidak. Pandan duri umumnya merujuk pada Pandanus tectorius, sedangkan pandan wangi adalah Pandanus amaryllifolius. Keduanya termasuk genus Pandanus, tetapi merupakan spesies yang berbeda.
Apakah buah pandan duri bisa dimakan?
Buah Pandanus tectorius dimanfaatkan sebagai pangan di sejumlah wilayah. Namun, identifikasi tanaman dan bagian yang digunakan perlu diperhatikan sebelum dikonsumsi.
Apakah pandan duri bisa mengobati diabetes?
Belum ada dasar yang cukup untuk menyatakan pandan duri sebagai obat diabetes. Penelitian praklinis memang menemukan aktivitas yang berkaitan dengan metabolisme glukosa, tetapi diperlukan penelitian klinis pada manusia.
Apakah pandan duri bisa mengobati kanker?
Belum terbukti. Beberapa ekstrak buah Pandanus tectorius menunjukkan aktivitas sitotoksik terhadap sel kanker dalam penelitian laboratorium, tetapi hasil tersebut tidak sama dengan bukti bahwa tanaman tersebut dapat mengobati kanker pada manusia.
Di mana pandan duri biasanya tumbuh?
Pandan duri banyak ditemukan di kawasan pesisir dan pulau-pulau tropis. Di Indonesia, tanaman ini tercatat tumbuh di berbagai wilayah, termasuk kawasan pantai Jawa, Sumatra, Maluku, dan Papua.