Kebutuhan kalori saat puasa Ramadan tidak berubah secara signifikan dibanding hari biasa. Tubuh tetap memerlukan energi sesuai usia, jenis kelamin, berat badan, tinggi badan, dan tingkat aktivitas. Kamu hanya mengatur ulang waktu makan, bukan menurunkan kebutuhan energi.
Sekarang pahami cara menghitungnya secara akurat.
Berapa Kebutuhan Kalori Harian Saat Puasa?
Kebutuhan kalori harian saat puasa sama dengan Total Daily Energy Expenditure (TDEE).
Rata-rata kebutuhan energi menurut AKG Kemenkes RI:
| Kelompok | Kalori per hari |
|---|---|
| Wanita dewasa (sedentary) | 1.800–2.100 kkal |
| Pria dewasa (sedentary) | 2.200–2.500 kkal |
| Remaja aktif | 2.400–3.000 kkal |
Angka ini berubah sesuai aktivitas. Selanjutnya, hitung kebutuhan personalmu.
Bagaimana Cara Menghitung Kebutuhan Kalori Saat Puasa?

Kamu menghitungnya dengan rumus BMR dan faktor aktivitas.
Langkah perhitungan:
- Hitung BMR menggunakan rumus Mifflin-St Jeor.
- Kalikan BMR dengan faktor aktivitas (1,2–1,9).
- Sesuaikan dengan tujuan (defisit, surplus, maintenance).
Contoh: Pria 70 kg, 170 cm, 30 tahun → BMR ±1.600 kkal. Aktivitas ringan (1,375) → ±2.200 kkal/hari.
Berikutnya, pahami pembagian kalori saat berbuka dan sahur.
Bagaimana Membagi Kalori Saat Puasa?
Kamu perlu membagi kalori antara buka, makan malam, dan sahur.
Distribusi ideal:
- 40–50% saat berbuka & makan malam.
- 30–40% saat sahur.
- 10–20% camilan sehat setelah tarawih.
Contoh kebutuhan 2.000 kkal:
- Buka: 800–1.000 kkal
- Sahur: 600–800 kkal
- Camilan: 200–300 kkal
Struktur ini menjaga stabilitas glukosa darah.
Apakah Puasa Menurunkan Metabolisme?
Puasa Ramadan tidak menurunkan metabolisme secara signifikan pada individu sehat.
Penelitian dalam Nutrition Journal (2012) menunjukkan berat badan bisa turun ringan (0,5–1,5 kg), terutama karena perubahan pola makan dan cairan.
Metabolisme basal tetap stabil jika asupan protein dan kalori cukup.
Sekarang lihat faktor yang memengaruhi kebutuhan kalori.
Faktor Apa yang Mempengaruhi Kebutuhan Kalori Saat Puasa?
Beberapa faktor biologis dan gaya hidup memengaruhi kebutuhan energi:
- Berat badan meningkatkan kebutuhan energi absolut.
- Massa otot menaikkan BMR.
- Aktivitas fisik meningkatkan TDEE.
- Usia menurunkan metabolisme ±1–2% per dekade setelah 20 tahun.
- Kondisi medis mengubah kebutuhan energi.
Konsultasi medis diperlukan untuk diabetes, gangguan tiroid, atau penyakit kronis.
Apakah Perlu Defisit Kalori Saat Puasa untuk Diet?
Defisit kalori diperlukan jika tujuanmu menurunkan berat badan.
Defisit 300–500 kkal per hari dapat menurunkan ±0,5 kg per minggu. Namun, asupan protein harus 1,2–1,6 gram/kg berat badan untuk menjaga massa otot.
Prioritaskan karbohidrat kompleks dan lemak sehat.
Baca juga : Berat Badan Ideal Wanita Berdasarkan Usia
Bagaimana Memastikan Kalori Tercukupi Saat Puasa?
Kamu memastikan kecukupan kalori dengan perencanaan menu.
Strategi efektif:
- Menggunakan aplikasi pencatat kalori.
- Memilih sumber protein tinggi kualitas.
- Mengonsumsi serat minimal 25–35 gram/hari.
- Minum 30–35 ml air/kg berat badan.
Dengan perhitungan yang tepat, kamu menjaga energi stabil sepanjang Ramadan.